BeritaBudayaInternasionalNews

Tayang Hari Ini, Yuk Belajar Sejarah Perjuangan Perempuan lewat Dokumenter ‘Meniti Jembatan Emas’ di TVRI!

381
×

Tayang Hari Ini, Yuk Belajar Sejarah Perjuangan Perempuan lewat Dokumenter ‘Meniti Jembatan Emas’ di TVRI!

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com | TVRI akan menayangkan Film Dokumenter “Meniti Jembatan Emas”. Film yang tayang Sabtu 10 Agustus 2024 ini mengisahkan perjuangan Raden Dewi Sartika.

Poster elektronik film tersebut sudah tayang di Instagram @humas_bandung dan @tvrijabar. Sedangkan teasernya sudah tayang di Instagram @halobandung.

Film “Meniti Jembatan Emas” menampilkan sejumlah pemeran. Antara lain: Vinny Soemantri, Thulsyva Febriani, Ni Luh Putu Sri, Ayu Marchella, Khayira Adiputri Nugraha, serta menampilkan Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono.

Dalam teaser tersebut, Bambang tampak berperan sebagai RA Martanegara, yang merupakan Bupati Bandung pada masa perjuangan Raden Dewi Sartika. Sekilas tergambar, dukungan RA Martanegara yang diperankan Bambang terhadap perjuangan Raden Dewi Sartika mendirikan sekolah dan memajukan kaum perempuan.

Secara keseluruhan, dokumenter “Meniti Jembatan Emas” juga menampilkan perjalanan heroik Raden Dewi Sartika dalam mendirikan sekolah khusus perempuan pertama di tanah Sunda. Dengan penuh keberanian, ia menentang norma dan tantangan zaman kolonial demi mewujudkan mimpinya.

Melalui lika-liku perjuangan yang penuh tantangan, Dewi Sartika tidak hanya berjuang melawan ketidakadilan, tetapi juga melawan pandangan masyarakat yang menganggap perempuan tidak layak mendapatkan pendidikan tinggi.

Dengan dukungan dari keluarga dan sahabat-sahabatnya, dia terus melangkah maju, menginspirasi generasi demi generasi untuk meraih mimpi mereka.

“Dokumenter drama ini tidak hanya menyuguhkan drama sejarah yang mendalam, tetapi juga menampilkan kekuatan semangat wanita Indonesia,” tulis keterangan di Instagram @tvrijabar.

Dokumenter “Meniti Jembatan Emas” yang merupakan program Inspirasi Indonesia akan tayang Sabtu, 10 Agustus 2024 pukul 14.30 WIB di TVRI Nasional.(ray / Zaenal)**

Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan A. Brilyana

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…