Eksposelensa.com – Sumedang – Masyarakat pengguna jalan di sepanjang Jalan 11 April, wilayah Tegal Kalong, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan kondisi bahu jalan dan trotoar yang dinilai terbengkalai dan tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Kondisi bahu jalan yang seharusnya menjadi fasilitas bagi pejalan kaki kini tampak rusak, tidak terawat, bahkan nyaris tidak berfungsi. Kerusakan tersebut disebut telah berlangsung lebih dari lima tahun tanpa adanya perbaikan signifikan.
Warga mengungkapkan, saat hujan turun, air kerap meluap hingga ke badan jalan akibat sistem drainase atau gorong-gorong yang tidak berfungsi dengan baik. Diduga, kerusakan tersebut diperparah oleh bekas galian kabel milik PLN yang tidak dikembalikan ke kondisi semula secara optimal.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini kepada bupati, sekda, wakil rakyat, hingga dinas terkait, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut yang jelas,” ujar salah satu warga setempat.
Selain membahayakan pengguna jalan, kondisi ini juga dinilai merusak tata ruang perkotaan. Padahal, lokasi tersebut berada di kawasan pusat kota yang seharusnya menjadi wajah utama Kabupaten Sumedang.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, Kabupaten Sumedang kerap menerima penghargaan dari pemerintah pusat dan dikenal sebagai salah satu daerah dengan predikat kebersihan yang baik di Jawa Barat.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan masih banyak infrastruktur dasar seperti jalan dan trotoar yang mengalami kerusakan.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan, terutama pada bahu jalan, trotoar, dan sistem drainase, demi keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga citra kota.
19 April 2026.
( Adji Saka )














