BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

YBGS dan Sanggar Campaka Bodas Lestarikan Budaya Sunda

53
×

YBGS dan Sanggar Campaka Bodas Lestarikan Budaya Sunda

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Majalengka, – Ngarumat Seni Budaya Desa, Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) bersama Sanggar Seni Campaka Bodas beri hiburan rakyat, pagelaran Wayang Golek dan Sendra Tari.

Pagelaran berlangsung di Desa Balida Kecamatan Dauwan Kabupaten Majalengka, Sabtu, 27 Desember 2025.

Adapun yang di tampilkan pada pagelaran tersebut diantaranya, Sendra Tari Campaka Bodas, Dalang Cilik Jahran-Adi, Nayaga Ngora, Jaipong Annisa Aulia dan KI Dalang Ading Bontot sebagai pamungkas pagelaran.

Turut hadir, Ketua Pengawas Yayasan Badega Garuda Sakti (YBGS) Juson Josri Simbolon, Ketua YBGS Murfito Adi, Perwakilan Kecamatan Dawuan dan beberapa tamu undangan lainnya.

Pada sambutannya Juson Josri Simbolon meyampaikan, pelaku budaya seni yang ada di Desa Balida sangat berpotensi, mengingat hampir rata-rata masih muda, prospek pembinaan karir seni sangat panjang.

“Namun harus ada pembinaan yang serius dan konsisten, serta dukungan dari berbagai pihak guna kemajuan sanggarnya,” ucapnya

Selain itu, lanjut Juson, kami berharap dengan adanya pagelaran seperti ini menjadi motivasi untuk generasi muda, agar bisa melestarikan budaya terkhusus di wilayahnya.

“Intinya, kami dari Badega Garuda Sakti haturkan rasa terima kasih, terkhusus kepada pemerintah Kabupaten Majalengka, Kecamatan dan Desa serta masyarakat yang telah mendukung acara ini sehingga terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Juson juga mengatakan bahwa ada sekelompok anak muda yang hari ini masih serius menggeluti budaya Sunda sebagai warisan leluhur, sebagai kekuatan yang senafas dengan apa yang diinginkan oleh Gubernur Kang Dedi Mulyadi di Jawa Barat istimewa berpijak pada kebudayaan dan kearifan lokal.

“Terima kasih buat para pengasuh atau pembimbing, bahwa teman-teman yang melakukan pementasan hari ini masih anak-anak muda semua, ini bisa dikategorikan banyak remaja-remaja,” ujar Juson.

Menurutnya, di tengah arus zaman dan perkembangan teknologi informasi yang merasuk sampai ke dapur dapur kita masih ada yang berminat melestarikan kebudayaan Jawa Barat khususnya kebudayaan Sunda sebagai salah satu tonggak kita dalam mempertahankan identitas dari segala peradaban peradaban yang datang.

“Oleh karena itu hari ini bukan hanya sekedar perayaan seni dan budaya, bagi kita ini adalah pengingat bahwa generasi yang akan datang harus memehami darimana akar budayanya ada di bangsa ini khususnya ada di Jawa Barat,” jelasnya.

Dilanjutkannya, hari ini sebagai ucapan terima kasih dari Pak Gubernur Jawa Barat beliau menyampaikan ke saya agar teman-teman terus semangat memelihara kebudayaan memelihara seni jangan pernah malu menjadi orang sunda, jangan pernah malu memetakan pentas seni di desa-desa.

“Tetapi inilah identitas sebenarnya, inilah harta sebenarnya, inilah jati diri yang harus dipertahankan dari tahun ke tahun bulan ke bulan, hari ke hari, agar kelak anak kita kedepan, generasi kita tumbuh menjadi generasi Jawa Barat Istimewa,” tandas Juson.

( Adji Saka )

*Press Release GMOCT* Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga Jual Obat Daftar G, Wartawan dan Pengurus GMOCT Dapat Intimidasi dari Oknum Anggota Polisi Bripka Nurdiansyah Jasinga, 26 Januari 2026 – Setelah berita berjudul “Seolah Kebal Hukum, Toko Diduga Menjual Obat Keras Ilegal Golongan G di Jasinga Tetap Buka” yang tayang pada 24 Januari 2026 melalui GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) viral, Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat merespon cepat sesuai harapan masyarakat yang merasa resah dan menyampaikan kepada awak media. Pada 26 Januari 2026, pihaknya memasang garis Police Line di lokasi warung tersebut dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP setempat untuk membongkar bangunan yang digunakan sebagai sarana peredaran obat terlarang. Kapolsek Jasinga menyatakan dengan tegas bahwa diwilayah hukum nya akan disterilkan dari hal-hal yang merusak generasi bangsa, serta meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud. Namun di balik respon positif tersebut, terjadi insiden yang mencederai profesi wartawan. Pasca tayangnya berita awal, salah satu wartawan dari media Bentengmerdeka (yang tergabung dalam GMOCT) mendapatkan intimidasi dan ancaman diduga dari Bripka Nurdiansyah alias Gaper alias Pahmud yang mengaku sebagai Bhabinkamtibmas desa Jasinga, anggota Polsek Jasinga. Diduga, Bripka Nurdiansyah tidak terima dengan pemberitaan tentang peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polsek Jasinga. Tak hanya wartawan, Sekretaris Umum GMOCT Asep NS juga mengalami hal serupa saat mencoba mempertanyakan tindakan Bripka Nurdiansyah. Saat menghubungi wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah dikabarkan mengatakan, “Maksud kamu apa ngacak-ngacak Jasinga. Diserang sama gua ke rumah lo. Liatin aja, tanggung gila gua. Bangsat lu.” Selain itu, dia juga menuduh Asep NS dan wartawan terkait mendapatkan koordinasi dari pelaku peredaran obat terlarang golongan G. Dalam pesan singkat WhatsApp kepada wartawan Bentengmerdeka, Bripka Nurdiansyah bahkan menyampaikan kalimat dalam bahasa Sunda yang diterjemahkan menjadi “Tidak Ngaruh berita kamu, dan langsung disanggah oleh Polsek juga”, yang terkesan menyatakan bahwa Polsek Jasinga tidak akan menanggapi. Namun kenyataannya, Kapolsek Jasinga langsung mengambil tindakan. Menurut informasi dari Kapolsek Jasinga dan pihak Paminal Polres Bogor yang menghubungi Asep NS, Bripka Nurdiansyah saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bogor. Seluruh jajaran GMOCT, pimpinan redaksi Bentengmerdeka, dan insan pers berharap Bripka Nurdiansyah tidak hanya diproses secara etik profesi, namun juga melakukan permintaan maaf secara terbuka dan dalam bentuk video kepada wartawan terkait dan GMOCT. Jika tidak terpenuhi serta hasil pemeriksaan tidak transparan, Asep NS beserta pimpinan redaksi Bentengmerdeka akan melakukan pelaporan ke Propam Polda Jabar. Respon cepat Kapolsek Jasinga ini semoga menjadi hal yang sama diwilayah hukum lainnya yang marak peredaran Obat-obatan Terlarang Daftar G yang merusak generasi bangsa.   #noviralnojustice #oknumpolisibripkanurdiansyah #gmoct #polri #polresbogor Team/Red (GMOCT/Bentengmerdeka) GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Editor:
Berita

Eksposelensa.com – Kapolsek Jasinga Police Line Toko Diduga…