Eksposelensa.com – TANGERANG SELATAN 4 Oktober 2026 – Kondisi Taman Kota 1 BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan yang menjadi ikon ruang terbuka hijau kini dikeluhkan warga. Parkir yang biasanya ramai kini makin hari makin sepi pengunjung.
Sepinya pengunjung diduga karena fasilitas umum (Fasum) yang disediakan oleh Dinas terkait (DLH) tidak dirawat dengan baik dan terkesan terbengkalai.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, beberapa fasum yang bermasalah antara lain
1.Toilet 9 Pintu, Hanya 3 yang Bisa Dipakai
Taman Kota 1 BSD memiliki 3 titik toilet. Masing-masing titik terdapat 3 ruangan: Toilet Wanita, Toilet Pria, dan Toilet Disabilitas. Total 9 ruangan.
Namun ironisnya, di setiap titik hanya 1 ruangan saja yang bisa dipakai. 2 ruangan lainnya ditutup dengan alasan mampet.
“Toiletnya bau, mampet. Dari 3 pintu cuma 1 yang dibuka. Kalau pengunjung banyak jadi antri panjang, apalagi ibu-ibu sama anak kecil,” ujar salah satu pengunjung.
2.Lampu PJU & Gapura Pintu Masuk Tak Terurus*
Pekerjaan yang diduga menghabiskan anggaran fantastis secara berbarengan seperti lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan gapura pintu masuk Taman Kota 1 BSD kondisinya juga memprihatinkan. Beberapa lampu PJU padam, gapura kusam dan tidak terawat.
3.Aviary & Jembatan Gantung Terbengkalai
Dua fasum unggulan yang seharusnya menjadi daya tarik, yaitu Aviary (taman burung) dan jembatan gantung penyambung pintu masuk belakang antara Taman Kota 1 BSD dengan Sekolah Islam Al-Azhar BSD juga terbengkalai.
Aviary terlihat hanya terlihat satu burung itupun sumbangan warga sekitar Taman Kota 1 BSD yang menyayangkan Aviari sebagus itu tidak ada burung. Sementara jembatan gantung kondisinya rusak dan tidak layak dilintasi sehingga akses pintu belakang ditutup.
“Sayang banget, aviarynya kosong, jembatannya rusak. Padahal dulu bagus buat foto-foto anak sekolah Al-Azhar yang mau ke taman. Sekarang serem,” keluh warga.
Dampak: Parkir Sepi, UMKM Menjerit
Akibat fasum yang tidak layak, jumlah pengunjung Taman Kota 1 BSD menurun drastis. Imbasnya, parkir makin sepi dan pedagang UMKM di sekitar taman ikut menjerit karena omset turun.
“Wajar parkir sepi, orang males kesini. Mau buang air aja susah, toilet mampet semua. Malam gelap PJU mati,” ujar salah satu juru parkir.
TUNTUTAN WARGA:
Kepala DLH Kota Tangsel segera turun sidak dan perbaiki 9 toilet yang mampet.
Audit anggaran pembangunan toilet, PJU, gapura, aviary dan jembatan gantung yang diduga fantastis tapi hasil asal jadi.
Perbaiki Aviary & Jembatan Gantung yang menghubungkan ke Sekolah Islam Al-Azhar BSD agar bisa digunakan kembali.
Walikota Tangsel evaluasi kinerja DLH dan pengelola Taman Kota 1 BSD.
Sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi memberikan hak jawab seluas-luasnya 1×24 jam.
Hingga berita ini diturunkan Kamis (4/10/2026), Kepala DLH Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
(Red)














