BeritaLintas DaerahNewsTNI / POLRI

Patroli Objek Vital, Polsek Leuwimunding Tingkatkan Keamanan di Perbankan

18
×

Patroli Objek Vital, Polsek Leuwimunding Tingkatkan Keamanan di Perbankan

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – Majalengka – Personel Polsek Leuwimunding Polres Majalengka melaksanakan patroli objek vital di Kantor Unit Bank BRI Leuwimunding sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lingkungan perbankan.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Eman dan Aiptu Ubay dengan melakukan pemantauan situasi di sekitar kantor bank, berdialog dengan petugas keamanan, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas.

Selain memastikan situasi tetap aman dan kondusif, personel juga mengimbau petugas keamanan untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.

Kapolsek Leuwimunding AKP Kenedy Joko Lelono mengatakan bahwa patroli objek vital merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada sektor perbankan yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M. menegaskan bahwa Polri akan terus meningkatkan patroli preventif di objek-objek vital guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

( Adji Saka )

Janggal! Pria Hilang Sejak Sebelum Merdeka Tercatat ‘Mengurus’ Mutasi Tanah 2019, Dugaan Mafia Tanah di Wiradadi Terbongkar BANYUMAS (GMOCT) 25 Juli 2026 – Dugaan praktik mafia tanah terstruktur di Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, semakin terungkap lewat data resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyumas. Kejanggalan fatal terlihat pada peralihan hak sebidang tanah waris seluas 3.501 m² yang atas nama Mohroji—warga yang menghilang tanpa kabar sejak zaman sebelum kemerdekaan—ternyata tercatat mengajukan permohonan mutasi pada tahun 2019 ke atas nama Daryo CS, yang kemudian dijual kepada pengembang perumahan. Secara hukum kewarisan, tanah tersebut adalah hak sah Mohroji yang kemudian jatuh kepada anaknya Mistem, serta sembilan cucu yang kini menjadi ahli waris mutlak. Keluarga menegaskan tidak pernah menjual tanah tersebut kepada pihak mana pun. Data Bapenda menunjukkan SPPT PBB sejak awal tercatat atas nama Muhroji. Namun pada 19 Maret 2019, muncul dokumen mutasi yang mencantumkan Muhroji sebagai pemohon, padahal keberadaannya tak pernah diketahui sejak puluhan tahun lalu. Pasca proses itu, pada tahun 2024 objek pajak berubah menjadi atas nama Daryo CS, yang kemudian dijadikan dasar jual beli ke PT Perum Sejuk Damai. Seorang mantan perangkat desa yang mengetahui riwayat tanah mengaku sangat menyayangkan rekayasa tersebut. “Bagaimana mungkin orang yang sudah hilang sebelum merdeka bisa datang sendiri mengurus mutasi pada 2019? Tanpa rekayasa dokumen dan bantuan oknum desa, hal ini mustahil terjadi. Saya siap bersaksi di hadapan penyidik,” tegasnya. Tindakan ini diduga melanggar Pasal 506, 492, dan 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta penyalahgunaan wewenang. Perjanjian jual beli yang didasari dokumen cacat hukum dinilai batal demi hukum. Ahli waris mendesak Satgas Anti-Mafia Tanah dan Ditreskrimum Polda Jateng segera memeriksa Daryo, perangkat desa periode 2019, serta notaris terkait. Informasi ini diterima GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) dari media anggota, Mediarealitanews. #noviralnojustice #gmoct Tim/Redaksi: Mediarealitanews GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Nomor Pengaduan: 082117586761 Editor:
Berita

Eksposelensa.com – BANYUMAS (GMOCT) 25 Juli 2026 –…