AgamaBeritaNewsSosial

Peringati HUT Ke-81 RI, Pemdes Sudagaran Gelar Malam Tirakatan dan Refleksi Kebangsaan

42
×

Peringati HUT Ke-81 RI, Pemdes Sudagaran Gelar Malam Tirakatan dan Refleksi Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Cilacap, Eksposelensa.com — Pemerintah Desa Sudagaran menggelar acara Malam Tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Sudagaran, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap pada Minggu, (16/08/2026) malam.

Acara yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, KH. Akhmad Fakih, Kepala Desa Sudagaran Supriyadi, jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Sekolah TK serta SD/MI hingga SMP/MTs negeri maupun swasta, Kepala Stasiun Sidareja, tokoh agama dan lintas organisasi keagamaan setempat, Tim Penggerak PKK, LPPMD, Linmas, Karang Taruna, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta warga.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sudagaran Supriyadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian peringatan HUT RI.

Ia mengajak seluruh warga untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kedaulatan bangsa. Menurutnya, momentum 81 tahun kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif yang membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui Malam Tirakatan ini, kita berharap dapat memetik hikmah dari perjuangan para pendahulu dan terus berkomitmen mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang bermanfaat,” ujar Supriyadi.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah kebangsaan oleh KH. Akhmad Fakih. Dalam pemaparannya, Kyai Fakih menekankan bahwa bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau menguraikan bahwa kelima sila Pancasila merupakan fondasi utama berbangsa. Sila pertama mencerminkan nilai keagamaan yang luhur, sementara sila kedua menegaskan pentingnya menjaga martabat sesama serta integritas para pemimpin.

 

“Tegaknya suatu negara sangat bergantung pada akhlak dan kejujuran para pemimpinnya,” tegas Kyai Fakih.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sila ketiga mengajarkan pentingnya persatuan sebagai sumber kekuatan masyarakat. Sementara pada sila keempat, kedaulatan rakyat diwujudkan melalui semangat musyawarah.

Menutup tausiyahnya, Kyai Fakih mengulas makna sila kelima tentang keadilan sosial. Menurutnya, keadilan tidak selalu berarti sama rata, melainkan kemampuan untuk menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.

Liputan : Muhiran 

Editor    : Wakil Pimpinan Umum 

Informasi lainnya, kunjungi Facebook Central Media dengan klik tautan :

https://www.facebook.com/profile.php?id=61592238848093

Anda harus menginstal aplikasi Facebook sebelumnya untuk mengakses kami.