AgamaBeritaBudayaInternasionalLintas DaerahLintas ProvinsiNews

Hadiri Perayaan Natal FKKG, Bupati Garut Ajak Warga Perkuat Pendidikan Toleransi Sejak Dini dalam Keluarga

158
×

Hadiri Perayaan Natal FKKG, Bupati Garut Ajak Warga Perkuat Pendidikan Toleransi Sejak Dini dalam Keluarga

Sebarkan artikel ini

GARUT, Garut Kota, Ekposelensa.com – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Perayaan Sukacita Natal yang diselenggarakan oleh Forum Kerjasama Kristiani Garut (FKKG) di Gereja Katolik, Jalan Bank, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Jumat (26/12/2025).

Bupati Garut menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mendidik generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan radikalisme dan intoleransi.

Mengambil momentum Hari Ibu yang baru saja diperingati, ia mengajak seluruh orang tua untuk menanamkan nilai kasih sayang dan keberagaman kepada anak-anak sejak usia dini.

“Keanekaragaman bukan untuk dipertentangkan dan juga untuk kita nikmati sebagai kehidupan yang saling melengkapi, saling menyempurnakan.,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia juga menyinggung keprihatinannya terkait isu radikalisme yang ada saat ini. Hal ini, menurutnya, menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dan aktif dalam membina putra-putrinya.

“Kita semua harus mendidik putra-putri kita dengan penuh kasih, penuh sayang, dan dibiasakan mereka belajar sejak dini adanya toleransi.

Bahwa keanekaragaman itu adalah sesuatu merupakan anugerah buat kita semua,” tambahnya.

Ketua FKKG, Welman Butar-Butar, menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, memiliki makna yang sangat mendalam, terlebih di tengah situasi keprihatinan bangsa akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Tapanuli Raya (Sumatera Utara).

“Oleh karenanya, sebagaimana tema kita pada saat natal tahun ini, Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga.

Mereka adalah bagian daripada keluarga kita, maka kita pun akan menyelamatkan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Welman menyatakan kesiapan umat Kristiani dan Katolik di Garut untuk mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi melalui fasilitas kesehatan dan pendidikan yang dimiliki gereja.

“Kita selaku umat Kristiani dan Katolik yang ada di Garut ini kita punya fasilitas kesehatan, pendidikan, ini kita bisa kembangkan untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang masuk kategori indeks itu di bawah pada target yang dicanangkan oleh pemerintah dalam hal kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ungkap Welman.

Pastor Romo Wilfred Hari pahlwan Angkasa, mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana nilai etis, moral, dan keimanan diwariskan.

“Maka marilah bersama-sama dengan iman, dengan kekuatan, benteng ketaqwaan, dan benteng moral itu kita jaga bersama-sama,” tutur Romo Wilfred.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita ini dihadiri oleh para pendeta dari berbagai denominasi gereja di bawah naungan FKKG, tokoh masyarakat, dan jemaat setempat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian Kabupaten Garut dan keselamatan bangsa Indonesia.
————————-
‎*Caption:*
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Perayaan Sukacita Natal yang diselenggarakan oleh Forum Kerjasama Kristiani Garut (FKKG) di Gereja Katolik, Jalan Bank, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Jumat (26/12/2025).
‎(Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Kab. Garut)
‎————————
‎Penulis : Nindi Nurdiyanti
‎Penyunting : Ihsan Tadris Syifa
‎*_Press Release_ ini juga bisa diakses melalui laman Pemerintah Kabupaten Garut : https://www.garutkab.go.id*

(Supardi)

Janggal! Pria Hilang Sejak Sebelum Merdeka Tercatat ‘Mengurus’ Mutasi Tanah 2019, Dugaan Mafia Tanah di Wiradadi Terbongkar BANYUMAS (GMOCT) 25 Juli 2026 – Dugaan praktik mafia tanah terstruktur di Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, semakin terungkap lewat data resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyumas. Kejanggalan fatal terlihat pada peralihan hak sebidang tanah waris seluas 3.501 m² yang atas nama Mohroji—warga yang menghilang tanpa kabar sejak zaman sebelum kemerdekaan—ternyata tercatat mengajukan permohonan mutasi pada tahun 2019 ke atas nama Daryo CS, yang kemudian dijual kepada pengembang perumahan. Secara hukum kewarisan, tanah tersebut adalah hak sah Mohroji yang kemudian jatuh kepada anaknya Mistem, serta sembilan cucu yang kini menjadi ahli waris mutlak. Keluarga menegaskan tidak pernah menjual tanah tersebut kepada pihak mana pun. Data Bapenda menunjukkan SPPT PBB sejak awal tercatat atas nama Muhroji. Namun pada 19 Maret 2019, muncul dokumen mutasi yang mencantumkan Muhroji sebagai pemohon, padahal keberadaannya tak pernah diketahui sejak puluhan tahun lalu. Pasca proses itu, pada tahun 2024 objek pajak berubah menjadi atas nama Daryo CS, yang kemudian dijadikan dasar jual beli ke PT Perum Sejuk Damai. Seorang mantan perangkat desa yang mengetahui riwayat tanah mengaku sangat menyayangkan rekayasa tersebut. “Bagaimana mungkin orang yang sudah hilang sebelum merdeka bisa datang sendiri mengurus mutasi pada 2019? Tanpa rekayasa dokumen dan bantuan oknum desa, hal ini mustahil terjadi. Saya siap bersaksi di hadapan penyidik,” tegasnya. Tindakan ini diduga melanggar Pasal 506, 492, dan 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta penyalahgunaan wewenang. Perjanjian jual beli yang didasari dokumen cacat hukum dinilai batal demi hukum. Ahli waris mendesak Satgas Anti-Mafia Tanah dan Ditreskrimum Polda Jateng segera memeriksa Daryo, perangkat desa periode 2019, serta notaris terkait. Informasi ini diterima GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) dari media anggota, Mediarealitanews. #noviralnojustice #gmoct Tim/Redaksi: Mediarealitanews GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama Nomor Pengaduan: 082117586761 Editor:
Berita

Eksposelensa.com – BANYUMAS (GMOCT) 25 Juli 2026 –…