Eksposelensa.com – Pernahkah Anda merenungkan hakikat hubungan antara rezeki dan umur ? Seringkali kita memandang rezeki dan kematian sebagai dua garis terpisah yang berjalan sendiri-sendiri. Namun, jika ditarik kedalam ranah kontemplasi filosofi (khususnya persinggungan antara filosofi eksistensialisme dan metafisika waktu) keduanya ternyata merupakan satu kesatuan tak terpisahkan, sebuah hukum bejana berhubungan antara kuantitas materi dan durasi eksistensi.
Mari kita bayangkan sebuah metafora eksistensial. Misalkan setiap manusia lahir dengan “jatah rezeki” total yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta, katakanlah senilai Rp. 100 miliar. Uniknya, kita diberikan kedaulatan penuh atau kehendak bebas (free will) untuk menentukan cara dan tempo bagaimana harta tersebut dicairkan.
Dilema filosofisnya kemudian mengerucut pada satu pertanyaan mendasar. Apakah kita akan mengambilnya sekaligus dalam jumlah besar dengan risiko umur yang pendek atau mengambilnya sedikit demi sedikit demi memperpanjang durasi napas kehidupan ?
Mari kita kaji dua opsi berikut ini agar kita memahami hakikat dalam menjalani kehidupan kita !
– Opsi Pertama
Akselerasi Ekstrem (Kekayaan Instan dan Fana)
Pilihan pertama mencerminkan mentalitas hedonisme kuantitatif atau carpe diem dalam bentuk yang paling radikal. Seseorang memutuskan untuk mengerahkan seluruh energi, ambisi dan cara (bahkan dengan mengorbankan prinsip moral) untuk meraup seluruh rezeki Rp. 100 miliar tersebut dalam kurun waktu yang sangat singkat, misalnya 5 atau 10 tahun.
Hal tersebut tentu akan berdampak pada eksistensial. Secara materi, ia akan merasakan puncak kejayaan, kemewahan dan kekuasaan dalam waktu singkat. Namun perlu diingat dalam hal tersebut terdapat hukum keadilan kosmis, karena total jatah rezekinya telah ludes ditarik di muka, maka “kontrak kehidupan” pun otomatis selesai. Bejana waktunya telah kosong. Konsekuensinya, umur biologisnya akan menjadi pendek.
Pilihan ini mengajarkan bahwa hidup cepat, intens dan berlimpah seringkali harus dibayar dengan penarikan garis akhir yang lebih dini. Kuantitas pengalaman akan dimenangkan, tetapi durasi kesadaran akan dikorbankan.
– Opsi Kedua
Deselerasi Bijak (Kecukupan dan Keberlanjutan)
Pilihan kedua berakar pada filosofi Stoikisme dan kesederhanaan (frugality). Seseorang memilih untuk mengambil rezeki secukupnya, sekadar untuk menopang kebutuhan hidup hari ini dan esok tanpa ambisi berlebihan untuk menimbun semuanya sekaligus.
Hal tersebut tetap akan berdampak pada eksistensial, namun berbeda dengan opsi pertama. Karena aliran rezeki diambil dalam takaran kecil dan konstan setiap harinya, maka sisa saldo di “bank kosmis” masih terus tersedia untuk puluhan tahun kedepan. Sehingga hukum keadilan kosmis tentu tidak akan sama dengan opsi pertama. Umur panjang akan menjadi bonus dari manajemen hasrat yang tenang. Ia menikmati hari tua yang damai, kesehatan yang terjaga dari stres berlebih serta kesempatan merenungkan makna hidup yang lebih lama.
Disini, waktu dihargai lebih tinggi daripada materi. Rezeki tidak lagi dilihat sebagai alat pemuas nafsu, melainkan sebagai bahan bakar pelan untuk merajut kebijaksanaan sepanjang usia.
Dari sudut pandang filsafat hidup, skenario diatas menyadarkan kita bahwa rezeki sejati bukanlah seberapa banyak angka yang tercatat di rekening bank, melainkan seberapa lama kita mampu menikmati dan mensyukurinya. Mereka yang serakah mengejar seluruh dunia dalam waktu singkat sebenarnya sedang mempercepat kepunahan eksistensinya sendiri.
Sebaliknya, mereka yang memahami seni kecukupan (qana’ah) tahu betul bahwa umur panjang adalah bentuk rezeki yang nilainya jauh melampaui angka-angka material.
Bagaimana dengan Anda ? Jika diberikan kewenangan mutlak atas jatah rezeki Anda, pola pengambilan seperti apa yang akan Anda pilih untuk sisa perjalanan hidup ini?
Penulisan : Muhiran
Editor : Wakil Pimpinan Umum
Informasi lainnya, kunjungi Facebook Central Media dengan klik tautan :
https://www.facebook.com/profile.php?id=61592238848093
Anda harus menginstal aplikasi Facebook sebelumnya untuk mengakses kami.














