Cilacap, Eksposelensa.com — Suasana di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah selama pertengahan Juli 2026 terasa sedikit berbeda. Tiga desa yaitu Segaralangu, Cisuru dan Mulyadadi secara beruntun menjadi panggung keterbukaan publik. Demi melahirkan perangkat desa yang kompeten dan bersih, ketiga desa ini menggelar ujian tertulis serta praktik serentak untuk menjaring perangkat desa baru. Langkah ini bukan sekadar formalitas. Sebelum memasuki ruang ujian, para peserta harus melewati penyaringan ketat, mulai dari pendaftaran hingga dua tahapan verifikasi berkas oleh panitia. Seluruh proses diawasi langsung oleh tim pengawas kecamatan untuk memastikan tidak ada celah kecurangan.
Keseriusan menjaga transparansi ini terlihat dari hadirnya jajaran Forkopimcam Cipari yang memantau langsung ke lokasi. Camat Cipari Fajar Eko S, SE., MM., Sekcam Ageng Kurniawan, SKM., M.IKom., Kapolsek Cipari Iptu Hardono, S., hingga perwakilan Danramil 11/Sidareja hadir mengawal dari awal hingga pembacaan nilai. Turut mendampingi pula Korwil Biddik Kecamatan Cipari Eka Agus Purnomo, M.Pd., Kepala KUA Agus Nurhidayat, S.Ag., Kepala desa Segaralangu Ismail, Kepala desa Cisuru Kiman, Kepala desa Mulyadadi Ghozyin Asyururi, ST dan panitia penjaringan perangkat desa masing-masing.
Langkah awal dimulai dari Desa Segaralangu pada Rabu (15/07/2026). Bertempat di MIN 6 Cilacap, lima kandidat bersaing memperebutkan posisi Kepala Dusun (Kadus) Dukuhsawah. Setelah kompetisi sengit, Guntoro, S.Pd. keluar sebagai peserta terbaik dengan raihan nilai tertinggi dan berhak atas jabatan tersebut. Semangat keterbukaan itu berlanjut ke Desa Cisuru pada Senin (20/07/2026). Bertempat di balai desa, formasi Kadus Cimanggu diperebutkan oleh empat peserta. M. Pradipta Wisnumurti tampil mengesankan setelah menyabet nilai tertinggi 86 poin, memastikan dirinya melangkah menuju kursi Kadus Cimanggu. Puncaknya terjadi di Desa Mulyadadi pada Selasa (21/07/2026). Memanfaatkan fasilitas SMAN 1 Cipari, ujian digelar untuk dua posisi strategis yaitu Kasi Pelayanan (diikuti 6 peserta) dan Kadus Candimulya (diikuti 4 peserta).
Ujian berjalan ketat hingga detik terakhir. Nisa Kusuma Wardani berhasil memimpin perolehan nilai untuk posisi Kasi Pelayanan dengan skor cukup impresif 111 poin. Sementara itu, Dedi Riyanto mengamankan posisi Kadus Candimulya setelah mengantongi 106 poin.
Usainya rangkaian ujian disambut rasa lega dan bangga oleh para kepala desa. Kepala Desa Cisuru, Kiman, secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, tim pengawas dan seluruh stakeholder yang bekerja keras tanpa kenal lelah.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak. Keterbukaan dan kerja bersama inilah yang membuat Desa Cisuru akhirnya bisa mendapatkan perangkat desa terbaik,” ungkapnya saat menutup acara.
Senada dengan Kiman, Kepala Desa Mulyadadi, Ghozyn Asyururi, ST menekankan pentingnya nilai kejujuran dan akuntabilitas dalam proses penjaringan ini. Bagi Ruri, seleksi yang bersih adalah pondasi awal untuk kemajuan desa di masa depan.
“Kami bangga bisa mengawal proses ini secara jujur, transparan dan berintegritas. Harapan kami, para perangkat desa yang dilantik nanti bisa membawa desa kita menjadi lebih maju, mandiri dan menyejahterakan warga,” tutur Ghozyn.
Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa pengawasan ekstra ketat dari pihak internal maupun eksternal terbukti menjadi kunci suksesnya agenda ini. Tanpa kecurangan dan tanpa intervensi, masyarakat kini menanti bukti bakti para pejabat desa terpilih untuk mengabdi demi kemajuan tanah kelahiran mereka.
Liputan : Muhiran
Editor : Wakil Pimpinan Umum














