BeritaNewsOlahragaSosial

Pordes Gandrungmangu 2026 : Antara Ajang Silaturahmi Desa dan Dugaan Komersialisasi

45
×

Pordes Gandrungmangu 2026 : Antara Ajang Silaturahmi Desa dan Dugaan Komersialisasi

Sebarkan artikel ini

Cilacap, Eksposelensa.com – Pekan Olahraga Antar Desa (Pordes) tingkat kecamatan Gandrungmangu kabupaten Cilacap resmi dibuka pada Kamis (17/09/2026). Ajang yang dihelat untuk mempererat kebersamaan warga ini justru memicu tanda tanya publik terkait transparansi pengelolaan dan orientasi kegiatannya.

Pembukaan acara tersebut dilakukan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gandrungmangu, Tuyar, SE yang mewakili Camat Fathan Ady Chandra, S.STP., MM. Turut hadir mendampingi dalam pembukaan tersebut diantaranya adalah Kapolsek Gandrungmangu AKP Yusuf Haryadi, Danramil Gandrungmangu Kapten CKE Sutarman, SH serta para kepala desa se-kecamatan Gandrungmangu.

Rangkaian kegiatan langsung dimulai dengan pertandingan sepak bola antara desa Layansari melawan desa Sidaurip, yang dimenangkan oleh desa Layansari dengan skor telak 5 – 0.

Pertandingan berlanjut pada keesokan harinya mempertemukan desa Cisumur dan desa Muktisari yang dimenangkan oleh desa Cisumur dengan skor 3-0. Berdasarkan jadwal, pertandingan hari ketiga mempertemukan desa Wringinharjo melawan desa Rungkang.

Ditengah antusiasme tinggi serta sportivitas yang ditunjukkan oleh para pemain dan penonton, sorotan tajam justru diarahkan kepada pihak panitia penyelenggara. Awak media mempertanyakan esensi acara ini, apakah murni sebagai Pordes yang bertujuan sebagai ajang silaturrahmi dan pembinaan prestasi antar wilayah, atau telah bergeser menjadi “open tournament” yang berorientasi bisnis?

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, total terdapat 14 desa yang berpartisipasi dalam dua cabang olahraga yang dilombakan, yakni sepak bola dan bola voli.

 

Setiap desa peserta diduga menyetorkan dana partisipasi sekitar Rp. 1,5 juta, acara ini juga didukung oleh sekitar 22 sponsor yang nilai nominal kontribusinya belum diketahui secara pasti. Selain itu, panitia juga menarik retribusi tiket masuk sebesar Rp. 2.000 per orang dan tarif parkir Rp. 3.000 per motor. Karcis penonton tersebut bahkan bertuliskan “Open Turnamen Sepak Bola Layansari Cup 2026“, yang semakin memperkuat dugaan komersialisasi.

Disisi lain, perbandingan antara estimasi pemasukan dan alokasi hadiah juga menjadi sorotan. Hingga dua hari pasca-pembukaan, informasi yang diterima awak media, total hadiah untuk cabang sepak bola sebesar Rp. 10 juta, sementara rincian hadiah untuk cabang bola voli belum diumumkan kepada publik.

Dilokasi kegiatan sebelum pertandingan dihari kedua, salah satu panitia yang tidak menyebutkan namanya menjelaskan kepada awak media bahwa pertandingan ini merupakan Pordes bukan open turnamen, ungkapnya, (18/09/2026).

Terkait karcis tiket masuk dan parkir kendaraan para penonton, ia menjelaskan bahwa karcis memang bertuliskan Open Turnamen Sepakbola Layansari Cup 2026 karena itu sisa karcis kegiatan sepakbola sebelumnya, penjualan tiket tersebut juga sudah disepakati se-kecamatan, jelasnya.

Liputan : Muhiran 

Editor    : Wakil Pimpinan Umum 

Informasi lainnya, kunjungi Facebook Central Media dengan klik tautan :

https://www.facebook.com/profile.php?id=61592238848093

Anda harus menginstal aplikasi Facebook sebelumnya untuk mengakses kami.