BeritaLintas DaerahNews

Diduga Pakai Barcode Kendaraan Lain, Mobil Box Isi 126 Liter Solar di SPBU 34.421.09 Serang

18
×

Diduga Pakai Barcode Kendaraan Lain, Mobil Box Isi 126 Liter Solar di SPBU 34.421.09 Serang

Sebarkan artikel ini

Eksposelensa.com – SERANG — Sebuah mobil box bernomor polisi B 9182 TXT diduga melakukan pengisian BBM jenis Solar menggunakan barcode/QR Code yang terdaftar untuk kendaraan lain di SPBU 34.421.09, Rest Area Banjaragung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten, Jumat (18/9/2026).

Yang menjadi sorotan, pengisian tersebut diduga menggunakan barcode/QR Code yang terdaftar untuk kendaraan lain.

Peristiwa itu terungkap ketika awak media berada di lokasi dan melihat adanya kejanggalan dalam proses transaksi pengisian Solar. Awak media kemudian mencoba meminta penjelasan kepada pengemudi kendaraan yang mengaku bernama Rafi.

Namun, pengemudi tidak memberikan penjelasan secara rinci terkait penggunaan barcode tersebut.

Sementara itu, operator SPBU yang mengaku bernama Angga membenarkan bahwa barcode yang digunakan dalam transaksi tersebut bukan milik kendaraan yang sedang melakukan pengisian.

“Dia (pengemudi) minta tolong, maka saya layani. Pengakuan dia itu barcode milik temannya, jenis kendaraan sama, hanya warna yang berbeda,” jelas Angga kepada awak media di lokasi.

Dalam transaksi tersebut, mobil box B 9182 TXT tercatat melakukan pengisian Solar dengan nilai sekitar Rp860.000, atau sebanyak kurang lebih 126 liter.

Keterangan tersebut menjadi sorotan karena sistem Subsidi Tepat memang menggunakan QR Code yang dikaitkan dengan kendaraan yang telah didaftarkan.

Informasi resmi MyPertamina menyebutkan bahwa satu kendaraan mendapatkan satu QR Code, sementara QR Code tersebut juga diminta untuk dijaga agar tidak disalahgunakan.

BPH Migas sendiri pada 2026 terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi. BPH Migas menyebut ketidaksesuaian antara QR Code dan nomor polisi kendaraan sebagai salah satu bentuk yang perlu diawasi dalam penyaluran BBM subsidi.

Bahkan dalam pengawasan di sejumlah daerah, BPH Migas telah menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi melalui penggunaan beberapa QR Code serta kendaraan yang tidak sesuai dengan data administrasi maupun ketentuan penggunaan.

Saat awak media kembali meminta penjelasan langsung mengenai alasan penggunaan barcode kendaraan lain, pengemudi yang mengaku bernama Rafi justru meninggalkan lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai siapa pemilik barcode tersebut, kendaraan apa yang terdaftar pada barcode, serta alasan barcode kendaraan lain digunakan untuk transaksi Solar pada mobil box B 9182 TXT.

Situasi tersebut tentu menjadi pertanyaan tersendiri, terutama karena mekanisme QR Code dibuat untuk membantu memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan kendaraan yang telah terverifikasi.

Publik juga patut mengetahui apakah penggunaan barcode kendaraan lain dalam transaksi tersebut merupakan kesalahan administratif, praktik saling membantu antar-pengguna, atau terdapat persoalan lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Karena itu, Pertamina, pengelola SPBU, dan BPH Migas diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV serta data transaksi pada SPBU tersebut untuk memastikan kesesuaian antara nomor polisi kendaraan, QR Code yang digunakan, volume pembelian, dan identitas kendaraan yang terdaftar.

(Red)